Lebaran Topat, Event Budaya Tahunan Kabupaten Lombok Barat


Lombok Barat/NTB-20/08/2013 (KNIB). -Prosesi ritual budaya Lebaran Topat (ketupat) tahun 2013 di kabupaten Lombok Barat (Lobar) digelar Kamis, (15/8) lalu. Even budaya tahunan ini terpusat di Pantai Duduk, Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.  Kegiatan ini sengaja digelar di daerah pariwisata yang berdekatan langsung dengan Pantai Senggigi.  Ritual 

ritual lebaran topat

ritual lebaran topat

Lebaran topat tahun ini dihajatkan penuh kreasi dan inovasi. Utamanya dari sesi penyelenggaraannya.  Artinya, beda dan spesifik dari penyelenggaraann Lebaran Topat tahun-tahun sebelumnya. Namun semuanya tak lepas dari nuansa Islami yang tinggi, termasuk kegiatan nyekar atau ziarah kubur di Makam Batulayar. Kegiatan ritual budaya ini terselenggara penuh warna dan menarik bagi penikmatnya, khususnya wisatawan mancanegara dan domestik sebagai suguhan kebudayaan yang menarik.

Thema dari kegiatan Lebaran Topat yang diusung tahun ini lebih mengedepankan pada upaya membangun semangat warga masyarakat Lobar. Thema dimaksud antara lain, “Dengan Perayaan Lebaran Topat Membangun Sprit Masyarakat Patut-Patuh-Patju Menuju Lombok Barat Yang Maju, Mandiri dan Bermartabat”. Patut Patuh Patju ini, merupakan motto atau semboyan yang tertulis dalam logo daerah kabupaten Lombok Barat.

Sebagaimana biasa, berbagai kegiatan ritual pendukung yang cukup sakral sudah digelar.  Ritual yang paling banyak menyedot pengunjung adalah “Nyekar” (Ziarah Makam keramat Batulayar), lomba Memukul Beduk (Bebedukan), lomba menganyam kulit ketupat dan lomba dulang pesajik (sesaji) Lebaran Topat.

Sementara itu kegiatan serimonial diawali dengan pembacaan Qalam Illahi,  Laporan Ketua Panitia, Sekapur Sirih Oleh Tokoh Masyarakat, Sambutan Bupati Lombok Barat. Kegiatan ini ditandai dengan klimaks upacara yakni, Parade  Topat  Siu yang menampilkan  ketupat dengan jumlaah seribu buah berbentuk gunungan yang diikuti oleh peserta dulang ketupat lainnya  dari  seluruh Kecamatan se-Lombok Barat, SKPD dan  manajment usaha  pariwisata lainnya, kemudian dilanjutkan dengan zikir dan doa.

Bupati Lombok Barat, H.Zaini Arony dalam arahannya menyatakan, budaya lebaran topat atau lebaran ketupat merupakan even tahunan yang digelar di kabupaten Lombok Barat. Kegiatan serupa tahun ini, kata Zaini digelar bertepatan dengan 8 syawal 1434 H. Karena masih dalam suasana Idul Fitri, atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah kabupaten Lombok Barat, pihaknya mengucapkan minal aidzin walpaidzin, mohon maaf lahir dan bathin.

Menurut bupati yang incomben dalam pilkada 23 September mendatang mengakui, lebaran topat merupakan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara turun temurun, karena sebagian masyarakat setempat menyebut, lebaran topat merupakan lebaran nine (lebaran perempuan), sedangkan lebaran idul fitri sebagai lebaran mame (lebaran laki). Namun lanjut Zaini, istilah itu secara kultural yang diberikan masyarakat, namun secara subtantif, lebaran topat ini dihajatkan bagi mereka yang melaksanakan ibadah puasa sunat syawalan selama enam hari lalu ditutup dengan lebaran topat ini.

Dikatakan, dalam rentang waktu yang demikian panjang, tradisi keagamaan ini bukan hanya bagi mereka yang berpuasa, melainkan juga bagi mereka yang tidak berpuasa tetap melaksanakan lebaran topat ini. Bahkan kegiatan ini dilaksanakan tidak dilaksasnakan dalam bentuk keselamatan tetapi juga rekreasi bersama keluarga, terutama di kawasan pantai Senggigi.

Penggunaan bahan ketupat sebagai lambang dalam kegiatan lebaran topat ini sekaligus sebagai menu utama yang dihidangkan merupakan kearifan lokal. Ini merupakan satu simbolisasi dari kehidupan manusia. Mengacu pada referensi, lanjut bupati, ada empat kegiatan yang menyatu dalam even lebaran topat ini. Pertama adalah lebaran, luberan, leburan dan laburan.

Pada kesempatan itu, bupati juga mengingatkan, atas nama pribadi dan pemerintah Lombok Barat, pada kegiatan pemilukada tanggal 23 September mendatang, diharapkan seluruh masyarakat Lobar supaya menjaga kondusifitas, keamanan, solidaritas dan persudaraan, agar kgiatan pesta demokrasi itu bisa terlaksana sebaik-baiknya. “Kepada masyarakat saya imbau untuk datang ke TPS untuk melaksanakan pemilukada tanggal 23 September 2013,” katanya seraya menambahkan, karena pemilukada tersebut amat penting untuk melanjutkan pembangunan di daerah Lombok Barat tercinta.

Poto BUsai gelaran seromial, pengujung juga disuguhkan hiburan rakyat lainnya seperti, Rudat, Zikir Zaman, Batek Baris, Lantunan Salawat & Gerak Teaterikal Lebaran Topat dan pedangdut Zul-KDI dari Desa Sandik, Kecamatan Batulayar. Mereka akan menghibur seluruh masyarakat, termasuk tamu undangan yang terdiri dari Gubernur NTB dan Forum Komunikasi Pejabat Daerah provinsi NTB maupun kabupaten Lombok Barat, tokoh agama dan masyarakat setempat serta wisatawan. Pada kesempatan yang sama, Bupati Zaini berkesempatan menyerahkan santunan kepada 100 orang anak yatim dari 10 kecamatan se Lombok Barat. Selain itu, penyerahan hadiah bagi pemenang lomba juga turut menyemarakkan even lebaran topat ini.(Pangkat Ali/Dn/KNIBonline)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Wisata Pangandaran

  • Wisata Tawangmangu

    TAWANGMANGU
  • Wisata Tegal

  • Slamaran Indah Pekalongan

%d blogger menyukai ini: